Breaking News

Breaking News

Selasa, 01 November 2016

Keutamaan Shalat Malam

Cerpen 2 :

Keutamaan Shalat Malam

Seorang laki-laki membeli seorang budak. Dia berkata kepada tuannya: “tuanku, aku mempunyai tiga permohonan. Pertama, jangan tuan larang aku untuk shalat ketika masuk waktunya. Kedua, aku akan melayanimu sepenuhnya pada waktu siang, namun jangan tuan berikan aku pekerjaan pada waktu malam. Ketiga, sediakanlah untukku sebuah ruangan yang tidak boleh seorangpun memasukinya selain diriku sendiri.” Maka tuannya menjawab: “aku penuhi permintaanmu, berkelilinglah melihat-lihat seputar rumah ini dimana kamar yang kamu suka.”

Lalu sang budak mengelilingi rumah besar itu dan akhirnya dia dapatkan satu ruangan yang kosong dan terpencil. Masih penasaran dengan permintaan budaknya, sang tuan bertanya: ‘mengapa kamu menginginkan kamar seperti ini ?” Maka dia menjawab; “Tuanku, tidakkah tuan tahu ruang yang kosong dan sepi itu akan jadi tempat yang ramai dan taman yang indah bersama Allah ?” dan budak itupun memasuki kamar tersebut pada waktu malam hari tiba.

Pada suatu malam sang tuan membuat pesta dan jamuan makan bersama teman-temannya. Ketika tengah malam tiba dan acarapun telah selesai, semua tamu sudah pulang, dia mengitari rumahnya. Tiba-tiba matanya tertuju ke kamar sang budak, alangkah terkejutnya sang tuan karena dilihatnya atap kamar terbuka dan di atasnya  bergelantungan sebuah lentera yang bersinar terang benderang, sementara si budak sedang sujud kepada Tuhannya, sembari bermunajah : “Tuhanku aku mempunyai kewajiban melayani tuanku pada waktu siang, seandainya tidak, maka aku hanya melayanimu baik siang maupun malam. Izinkanlah wahai Tuhanku.” Tidak henti-hentinya si tuan memperhatikan keluarbiasaan itu hingga terbit fajar. Saat itu dia melihat lentera dia terangkat ke langit dan menghilang dalam kejauhan sang angkasa. Kemudian perlahan-lahan atap kamar budak tersebut tertutup kembali seperti sediakala.

Malam selanjutnya, setelah menceritakan pada istrinya, mereka berdua menyaksikan kembali atap kamar yang terbelah, lentara bergantung yang bercahaya dan sang budak yang larut dalam sujud dan munajahnya sampai terbit fajar. Kemudian keduanya memanggil sang budak dan berkata : “dengan mengharap ridha Allah, saat ini kamu merdeka ! sehingga kamu sepenuhnya dapat melayani Zat yang kamu mohon izin kepada-Nya karena tidak dapat melayani-Nya diwaktu siang.” Keduanya, kemudian, menceritakan apa yang mereka lihat tentang kemulian yang Allah berikan padanya.

Mendengar pengakuan tuannya itu, dia mengangkat kedua tangannya ke langit sambil berseru : “Tuhanku, aku telah meminta kepadamu supaya jangan Engkau buka rahasiaku dan Engkau tampakkan keadaan yang sebenarnya kepada orang lain, jika Engkau membukanya maka ambillah ruhku untuk kembali keapada-Mu.” Tiba-tiba dia tersungkur dan berpulang ke rahmatullah.

(Syaikh Syihabuddin al-Qalyubiy, An- Nawadir (Memetik Hikmah di Taman Kisah, terjemahan), hal. 1-2)

Read more ...

Jumat, 28 Oktober 2016

Mari kita kembangkan dan majukan dayah atau pesantren

Ada berapa jenis Rezeki?
Allah memberikan rezeki dengan 3 jenis. PERTAMA, Rezeki yang "terjamin" yakni yang diberikan kepada semua makhluk sampai tiba ajalnya tanpa meminta. KEDUA, Rezeki yang "tergantungkan" yakni yang diberikan pada siapapun yang memaksimalkan ikhtiar kerjanya. KETIGA, Rezeki yang "terlipatgandakan" yakni yang diberikan bagi orang-orang yang taqwa serta pandai bersyukur dan datangnya tak disangka-sangka. Rezeki yang ketiga inilah yang disebur rezeki BERKAH.
Gimana agar Berkah?
Gunakan sekecil apapun rezeki yang ada untuk kebaikan, perbanyak manfaat bagi sesama, jadi jalan dan sarana ibadah kepada Allah, bila sudah nishob segera tunaikan zakat. Makmurkan jiwa dengan Sedekah.
Salahsatu bentuk sedekah terbaik adalah dengan ber-Wakaf. DI hari Jumat di bulan Muharram ini, mari berwakaf...
Caranya?
1. WAKAF Sarana Pesantren (WP):
Agar lebih mudah dan tepat peruntukannya bisa Transfer sebesar kemampuan dan seikhlasnya.
2. WAKAF Al-Quran Plus (WQ):
Agar lebih mudah dan keseragaman jenisnya bisa Transfer untuk 1 paket sebesar Rp.100.000. bila lebih dari satu paket bisa kelipatannya.
@Paket terdiri dari (Mushaf Al-Quran, Buku IQRO, Beasiswa penghafal Al-Quran dan Pelatihan baca AL-Quran).
Kirim ke:
Rek Yayasan Dayah An-Nur Al-Aziziyah Kab. Aceh Timur
BPD  : 045.01.07.590002-4
BRI  :  3938-01-008955-53-4
Atau
Ketik: Nama#kota asal#(WP/WQ)# Jumlah uang#Bank tujuan#e-mail.
Kirim ke:
SMS/HP/WA/BB pengirim pesan ini. Atau ke 08121560681i/D345BB04
Keterangan:
*WP (Wakaf Pesantren). WQ (Wakaf Al-Quran Plus)
*Setiap wakaf yang dikirimkan sudah termasuk biaya publikasi dan operasional wakaf.
*Wakaf Al- Quran bagi para penghafal dan pelajar Al-Quran di pelosok negeri
Yaa Allah, karuniakan kepada kami kemuliaan, keberkahan, ketentraman
Read more ...

Selasa, 27 September 2016

Anak Durhaka dan Ibu Buta

Saat aku beranjak dewasa, aku mulai mengenal sedikit kehidupan yang menyenangkan, merasakan kebahagiaan memiliki wajah yang tampan, kebahagiaan memiliki banyak pengagum di sekolah, kebahagiaan karena kepintaranku yang dibanggakan banyak guru. Itulah aku, tapi satu yang harus aku tutupi, aku malu mempunyai seorang ibu yang BUTA ! Matanya tidak ada satu. Aku sangat malu, benar-benar Aku sangat menginginkan kesempurnaan terletak padaku, tak ada satupun yang cacat dalam hidupku juga dalam keluargaku......
Saat itu ayah yang menjadi tulang punggung kami sudah dipanggil terlebih dahulu oleh yang Maha Kuasa. Tinggallah aku anak semata wayang yang seharusnya menjadi tulang punggung pengganti ayah. Tapi semua itu tak kuhiraukan. Aku hanya mementingkan kebutuhan dan keperluanku saja. Sedang ibu bekerja membuat makanan untuk para karyawan di sebuah rumah jahit sederhana.
Pada suatu saat ibu datang ke sekolah untuk menjenguk keadaanku. Karena sudah beberapa hari aku tak pulang ke rumah dan tidak tidur di rumah. Karena rumah kumuh itu membuatku muak, membuatku kesempurnaan yang kumiliki manjadi cacat. Akan kuperoleh apapun untuk menggapai sebuah kesempurnaan itu.
Tepat di saat istirahat, kulihat sosok wanita tua di pintu sekolah. Bajunya pun bersahaja rapih dan sopan. Itulah ibuku yang mempunyai mata satu. Dan yang selalu membuat aku malu dan yang lebih memalukan lagi Ibu memanggilku. “Mau ngapain ibu ke sini? Ibu datang hanya untuk mempermalukan aku!” Bentakkan dariku membuat diri ibuku segera bergegas pergi. Dan itulah memang yang kuharapkan. Ibu pun bergegas keluar dari sekolahku. Karena kehadiranya itu aku benar-benar malu, sangat malu. Sampai beberapa temanku berkata dan menanyakan. “Hai, itu ibumu ya???, Ibumu matanya satu ya?” yang menjadikanku bagai disambar petir mendapat pertanyaan seperti itu.
Beberapa bulan kemudian aku lulus sekolah dan mendapat
beasiswa di sebuah sekolah di luar negeri. Aku mendapatkan beasiswa yang ku incar dan kukejar agar aku bisa segera meninggalkan rumah kumuhku dan terutama meninggalkan ibuku yang membuatku malu. Ternyata aku berhasil mendapatkannya. Dengan bangga kubusungkan dada dan aku berangkat pergi tanpa memberi tahu Ibu karena bagiku itu tidak perlu. Aku hidup untuk diriku sendiri. Persetan dengan Ibuku. Seorang yang selalu menghalangi kemajuanku.
Di Sekolah itu, aku menjadi
mahasiswa terpopuler karena kepintaran dan ketampananku. Aku telah sukses dan kemudian aku menikah dengan seorang gadis Indonesia dan menetap di Singapura.
Singkat cerita aku menjadi seorang yang sukses, sangat sukses. Tempat tinggalku sangat mewah, aku mempunyai seorang anak laki-laki berusia tiga tahun dan aku sangat menyayanginya. Bahkan aku rela mempertaruhkan nyawaku untuk putraku itu.
10 tahun aku menetap di
Singapura, belajar dan membina rumah tangga dengan harmonis dan sama sekali aku tak pernah memikirkan nasib ibuku. Sedikit pun aku tak rindu padanya, aku tak mencemaskannya. Aku BAHAGIA dengan kehidupan ku sekarang.
Tapi pada suatu hari kehidupanku yang sempurna tersebut terusik, saat putraku sedang asyik bermain di depan pintu. Tiba-tiba datang seorang wanita tua renta dan sedikit kumuh menghampirinya. Dan kulihat dia adalah Ibuku, Ibuku datang ke Singapura. Entah untuk apa dan dari mana dia memperoleh ongkosnya. Dia datang menemuiku.
Seketika saja Ibuku ku usir. Dengan enteng aku mengatakan: “HEY, PERGILAH KAU PENGEMIS. KAU MEMBUAT ANAKKU TAKUT!” Dan tanpa membalas perkataan kasarku, Ibu lalu tersenyum, “MAAF, SAYA SALAH ALAMAT”
Tanpa merasa bersalah, aku masuk ke dalam rumah.
Beberapa bulan kemudian datanglah sepucuk surat undangan reuni dari sekolah SMA ku. Aku pun datang untuk menghadirinya dan beralasan pada istriku bahwa aku akan dinas ke luar negeri.
Singkat cerita, tibalah aku di kota kelahiranku. Tak lama hanya ingin menghadiri pesta reuni dan sedikit menyombongkan diri yang sudah sukses ini. Berhasil aku membuat seluruh teman-temanku kagum pada diriku yang sekarang ini.
Selesai Reuni entah mengapa aku ingin melihat keadaan rumahku sebelum pulang ke Singapore. Tak tau perasaan apa yang membuatku melangkah untuk melihat rumah kumuh dan wanita tua itu. Sesampainya di depan rumah itu, tak ada perasaan sedih atau bersalah padaku, bahkan aku sendiri sebenarnya jijik melihatnya. Dengan rasa tidak berdosa, aku memasuki rumah itu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ku lihat rumah ini begitu berantakan. Aku tak menemukan sosok wanita tua di dalam rumah itu, entahlah dia ke mana, tapi justru aku merasa lega tak bertemu dengannya.
Bergegas aku keluar dan bertemu dengan salah satu tetangga rumahku. “Akhirnya kau datang juga. Ibumu telah meninggal dunia seminggu yang lalu”
“OH…”
Hanya perkataan itu yang bisa keluar dari mulutku. Sedikit pun tak ada rasa sedih di hatiku yang kurasakan saat mendengar ibuku telah meninggal. “Ini, sebelum meninggal, Ibumu memberikan surat ini untukmu”
Setelah menyerahkan surat ia segera bergegas pergi. Ku buka lembar surat yang sudah kucal itu.
Untuk anakku yang sangat Aku cintai,
Anakku yang kucintai aku tahu kau sangat membenciku. Tapi Ibu senang sekali waktu mendengar kabar bahwa akan ada reuni disekolahmu. Aku berharap agar aku bisa melihatmu sekali lagi, karena aku yakin kau akan datang ke acara Reuni tersebut.
Sejujurnya ibu sangat merindukanmu, teramat dalam sehingga setiap malam Aku hanya bisa menangis sambil memandangi fotomu satu-satunya yang ibu punya. Ibu tak pernah lupa untuk mendo'akan kebahagiaanmu, agar kau bisa sukses dan melihat dunia luas.
Asal kau tau saja anakku tersayang, sejujurnya mata yang kau pakai untuk melihat dunia luas itu salah satunya adalah mataku yang selalu membuatmu malu.
Mataku yang kuberikan padamu waktu kau kecil. Waktu itu kau dan Ayahmu mengalami kecelakaan yang hebat, tetapi Ayahmu meninggal, sedangkan mata kananmu mengalami kebutaan. Aku tak tega anak tersayangku ini hidup dan tumbuh dengan mata yang cacat maka aku berikan satu mataku ini untukmu.
Sekarang aku bangga padamu karena kau bisa meraih apa yang kau inginkan dan cita-citakan.
Dan akupun sangat bahagia bisa melihat dunia luas dengan mataku yang aku berikan untukmu.
Saat aku menulis surat ini, aku masih berharap bisa melihatmu untuk yang terakhir kalinya, Tapi aku rasa itu tidak mungkin, karena aku yakin maut sudah di depan mataku.
"Peluk cium dari Ibumu tercinta"
Bak petir di siang bolong yang menghantam seluruh saraf-sarafku, Aku terdiam! Baru kusadari bahwa yang membuatku malu sebenarnya bukan ibuku, tetapi diriku sendiri....
SeMoga aja anak-anak kita kelak tidak seperti tokoh yang ada dalam cerita ini ya bunda....

Read more ...

Senin, 22 Februari 2016

KISAH PARA SANTRI MONDOK


Nama Saya                               : NUR FAIZAH
Tempat Tanggal Lahir Saya     : Sungai Raya, 24 April 2002
Anak Ke                                    : 1 (Satu)
Hobi Saya                                 : Menyanyi
Cita – cita Saya                         : Seorang Perwat
Minuman Kesukaan Saya         : Apa Saja yang penting Halal
Makanan Kesukaan Saya         : Mie Arang
Warna Pilihan saya                   : Oren / Dongker
Saya masih duduk di Kelas       : VIII (Delapan)
Tempat Pendidikan Saya          : MTs AN-NUR BUGENG
Tempat mondok saya              : YAYASAN DAYAH AN – NUR  AL – AZIZIYAH

“KETULUSAN CINTA SEORANG IBU”

Saya faizah tempat tinggal saya di kampung yang sanga jauh dari kota tetapi aku tidak menyerah aku harus berkorban dengan apapun yang terjdi mestipun aku harus jauh dari kedua orang tuaku. Aku anak pertama dari tiga bersaudara dan nama ayahku adalah ......... dan nama ibuku adalah ......... . demi untuk meraih cita-citaku aku harus meninggalkan kedua orang tuaku di kampung untuk mengapai cita-citaku.

            Di saat aku ingin sesuatu aku harus bersabar karna ibu dan ayahku tidak mampu memberikannya, disaat malam hari tidurpun tidak enak karna disaat hujan atap rumahku bocor dan membasahi segalanya, aku selalu berdoa semoga allah memberikan rezeki kepada  ayahku supaya bisa untuk memperbaiki rumahku yang disaat saya tidur bisa nyenyak tidak kebocoran lagi atap rumah tercintaku.

            Pekerjaan ayahku adalah seorang Nelayan dan pekerjaan ibu ku adalah ibu rumah tangga tidak bekerja. Disaat perlu kebutuhan tidak mencukupi untuk biaya sekolah, mengaji dan biaya makan sehari-hari. Tapi Allah membalasnya dengan lebih baik lagi mungkin ini cobaan keluargaku dalam hidup ini. Disaat allah membalasnya meskipun didunia maupun diakhirat nanti, Allah maha pengasih yang dikasihinya tak pilih kasih walaupun hambanya jarang berterima kasih. Allah maha penyang yang sayangnya tak terhingga walaupun hambanya jarang mengerjakan kewajiban yang 5 waktu.

            Maka dari sebab itu janganlah meninggalkan shlat 5 waktu karena sholat itu tempat kita meminta pertolongan dan tempat kita berdoa dan tempat kita berbicara kepada allah walaupun hidup sengsara tidak semata-mata sengsara. Walaupun hidup miskin asalkan hidup bahagia. Seperti pepatah mengatakan Miskin harta tidak apa-apa asalkan jangan miskin ilmu itu na’ujubillah minzhalik.

MUARA KASIH BUNDA
Bunda......... Kaulah muara kasih
Dan sayang apapun pasti kau lakukan
Demi anakmu yang tersayang
          Bunda.......... tak pernah kau berharap budi
          Balasan atas apa yang kaulakukan
          Untuk dirimu yang kau sayang
          Saat diriku dekat dalam sentuhan
Peluk kasih mu na sayang saatku
Jauh dari jangkauan doa ..... mu kau sertakan
Maafkan diriku bunda kadang tak sengaja
Ku membuat relung hatimu terluka
          Kau ingin tau bunda betapa ku
          Mencintai mu lebih dari segalanya
            Ku mohon restu dalam langkahku
          Bahagiaku seiring doa mu......

Dan sekarang hidupku dan hidup orang tuaku sudah senang seperti janji allah siapa yang rajin berdoa dan sholatlah dan berbuat baik itu pasti mendapat kebahagian. Dan sekarang ayahku sudah sembuh dari penyakitnya dan pekerjaan ayahku yang sekarang adalah pembakar arang yang sangat mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Dan sekarang aku disekolahkan yang tinggi ilmu agamanya di MTs AN-NUR BUGENG dan sekarang aku tinggal disini sudah 2 tahun dan bahkan saya pernah meraih juara di YAYASAN DAYAH AN-NUR AL-AZIZIYAH walaupun teman-temanku bilang saya jelak itam dan di caci maki. Di mata Allah semuanya sama tiada satupun yang berbeda, maka dari itu siapapun yang mengatai kita dan menjelekan kita itu hanya diberi pahala kepada kita, untuk membalas jasa dari ibuku aku tidak bisa , tapi aku cuman bisa mengirimkan doa untuk ayah dan ibuku sesudah selesai sholat.

Yaitu : Allahumma Firlana Zunubana Wali Walidaina Warhamhuma Kama Rabbayan Syaqira. Amin ya rabbal alamin, Cuma ini doa untuk ayah dan ibuku yang bisa ku baca sesudah sholat dengan hati yang dan tabah khusuk dan tawadhuk.


Mudah – mudahan dengan membaca sesudah sholat apa yang kita minta semoga dikabulkan. Maka dari saya ingin mencerita ini hanya untuk medapat hikmahnya dan hidayahnya untuk bersabar. Seperti hadist dalam al-qur’an dan kitab-kitab, seprti assabar minal iman...... 
Read more ...

Rabu, 10 Februari 2016

KEGIATAN GOTONG ROYONG SANTRI YAYASAN

Santri Lagi membuat kolam ikan untuk motifasi dan ke unikan dayah

Para santri bergantian untuk membuat kolam jika sudah lelah

Dikit Demi sedikit untuk membuat kolam ikan

Para santriwati lagi Kumpul-kumpul untuk memakan rusak bersama UMMI 

Ummi Lagi termenung karna kepedasan makn rujak bersama santriwati

seorang santri lagi binggung karna tak ada air tuk minum karna kepedasan



Read more ...

PROFIL DAYAH AN-NUR

                                                           


PROFIL YAYASAN DAYAH AN-NUR AL-AZIZIYAH
    

  1.  Nama Yayasan      : YAYASAN DAYAH AN-NUR AL-AZIZIYAH
       Alamat                    : Jln. Medan- Banda Aceh km 349
                                        Desa Mns. Teungoh Kec. Nurussalam Kab. Aceh Timur
                                        Pemerintah Aceh.
       No. Telp                 : -
       No. HP                   : 0852 6032 1790 / 0812 1560 6818
       Alamat email           : dayahannur1970@gmail.com
       Website                 : www.dayahannur.or.id
       Jumlah santri          : 117 orang, terdiri dari :

1.                           Santri yang mondok 46 orang yang terdiri dari :     

                    a.  Anak yatim korban konflik :
                                                     - Laki-laki                    9  orang.
                                                             - Perempuan              4  orang
                                                     b.  Anak Yatim biasa   :
                                                     -  Laki-laki                   5 orang
                                                     -  Perempuan              3 orang
                                                                
                                               d. Anak fakir/ miskin   :
                                                      - Laki-laki                  12 orang
                                                      - Perempuan             13 orang

                          2.  Santri yang tidak mondok 71 0rang.
                                               a. Laki-laki               26 orang
                                               b. Perempuan         45 orang


   2.   Staf Yayasan     :  Jumlah staf Yayasan Dayah AN-NUR Al-aziziyah seluruhnya 
                           Sebanyak 24 orang, yang terdiri dari :
                         
I.    Pimpinan                                                   : Tgk. Muhyiddin as,S.Sos.I
II.   Sekretaris umum                                      : Tgk. Husnan M.Taib
III.  Bendahara umum                                                :  Ummi sumidayana S.Pd.I
IV. Penanggung jawab program                  : Tgk. Abdullah
         V.  Penanggung jawab usaha mandiri       : Tgk. Hananafiah
VI. Guru-guru dampingan   : 
          
1.                                                    Tgk. Tgk. Muhyiddin as, S.Sos.I  
2.                                                    Tgk. Muzakir
3.     Tgk. Hattalia, S.Pd.I 
4.     Tgk. Syuhada
5.     Tgk. Sazli, A.md.
6.     Tgk. Batarahmi
7.     Tgk. Khatijah
8.     Tgk. Ismail
9.     Tgk. Syammawati
10.   Tgk. Ratnawati, S.Pd.I
11.   Tgk. Mulia Sari
12.   Tgk. Fitri, S.Pd.I
13.   Tgk. Rozanna, S.Pd.I
14.  .Tgk. Mizan Ilmi
15.   Tgk. Ummi Sumidayana, S.Pd.I
16.   Tgk. Juwita, S.Pd.I
17.   Tgk. Juliawati

         VII.  Media dan komunikasi                    : Tgk. Tgk. Darmansyah, S.Pd.I
         VIII. Keuangan                                        : Tgk. Nova Julianti               
         IX.   Tenaga TU                                      : Tgk.Herawati
         IX.   Dapur Umum                                   : Nurliah


   3.  Susunan pengurus : 

    I.  Penasehat           : 1. TGK. H. BURHANUDDIN AS  
                                       2. TGK. M.HASAN                       
                                       3. TGK. H. SYUKRI GM              
                                       4. TGK. H. SULAIMAN S.Ag
 5. KEPALA DESA DALAM KEM.BUGENG
                      6. IMAM DESA DALAM KEM. BUGENG


II. Dewan pengurus               
1.  Ketua Umum                                : TGK. MUHYIDDIN AS, S.Sos.I
2.  Sekretaris                                      : TGK. HUSNAN M. TAIB
3.  Bendahara                                       : UMMI SUMIDAYANA,S Pd I
4.  Penanggung jawab program          : TGK. ABDULLAH
5.  Penanggung jawab usaha mandiri  : TGK. HANAFIAH GM.
       III. Seksi- seksi
        1. Seksi Ibadah                                    : TGK. MIZAN ILMI
        2. Seksi Pendidikan                             : TGK. MUZAKIR
        3. Seksi Humas                                    : TGK. SYUHADA
        4. Seksi Keuangan                               : TGK. NOVA JULIANTI
        5. Seksi ADM/Media                            :  TGK. Tgk. DARMANSYAH, S.Pd.I
        6. Seksi Kebersihan                             : TGK. ZULFIKAR                                 
      IV. Dapur Umum                                      : TGK. NURLIAH





 4.    Visi dan Misi
       
  Visi Yayasan Dayah AN-NUR Al-aziziyah adalah : Mendidik dan menciptakan   anak-anak yatim korban konflik, tsunami dan seluruh santrinya untuk dapat hidup damai dunia dan akhirat sebagaimana tuntutan Al-quran dan hadist.
        Adapun Misinya adalah sebagai berikut :

-          Menampung, membina dan mendidik anak-anak yatim korban konflik,  tsunami, fakir-miskin dan anak-anak terlantar.

-        Menyediakan secara gratis sarana dan prasaran untuk mereka serta menanggung seluruh kebutuhannya menurut kemampuan.

-          Memberikan pendidikan ilmu pengetahuan Agama dan umum bagi anak-anak yatim korban konflik, tsunami dan anak didik lainnya.

-          Meredam rasa dendam dan permusuhan di antara anak-anak yatim korban konflik dan tsunami untuk selama-lamanya.

-          Menghilangkan rasa trauma yang berkepanjangan.

-          Sebagai agen pembanggunan untuk membangkitkan usaha mandiri bagi anak-anak didik dan masyarakat.
      
  
5.   Akte Pendirian

  Dayah AN-NUR Al-ziziyah didirikan pada tanggal 19 Agustus 2004 Masehi.   
  Namun Akte Notaris Yayasan baru disahkan pada :       
                
        Tanggal                 : 09 Januari 2008
         Nama Lembaga     : YAYASAN DAYAH AN-NUR AL-AZIZIYAH 
         Nama Notaris        : IDAHARIATI  SH
         Nomor Notaris       : 07       ( Tujuh )
         Notaris                  : S.K. KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI
                                              MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. NOMOR :C –
                                              88.HT.03.01 Th. 2005, TANGGAL : 14 JULI 2005.
               Alamat Kantor        : Jl. Jend. Ahmad Yani No. 6. Telp. (0641)20188 Langsa,
                                              N A D.

6.     S K Menteri

Selain Akte Notaris, Yayasan Dayah An-nur Al-aziziyah telah memiliki ; Surat Keputusan ( SK ) Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Nomor : AHU – 1984.AH.01.02. Tahun 2008. Di tetapkan di Jakarta pada tanggal; 16 Mei 2008.  
    


7.     N P W P

        Yayasan Dayah AN-NUR Al-aziziyah mulai tanggal 23 Januari 2008 sudah terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Lhok seumawe dengan :        
                 
                 Nomor                                                       : PEM- 70 /WPJ.25/KP.0203/2008
                 Nama                                                        :YAYASAN DAYAHAN-NUR AL-AZIZIYAH
                 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)    : 02.706.059.9-102.000
                 Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU)     : 85300 – JASA KEGIATAN SOSIAL
                 Alamat                                                     : Jl. MEDAN – B. ACEH MEUNASAH TEUNGOH – KEC. NURUSSALAM KAB. ACEH TIMUR – 24456.
                 Status Modal                                              : SWASTA
                 Status Usaha                                             : Tunggal.

8.         Rekening Bank

Yayasan Dayah AN-NUR Al-ziziyah memiliki 2 Rekening Bank, yaitu :

1.    Bank BPD Aceh Kantor Capem Julok dengan :

 Nomor rekening                  : 045.01.07.590002-4.
 Nama                                  : YYS Dayah AN NUR AL- Aziziyah
 Alamat                                 : Desa Meunasah Teungoh Kec. Nurussalam.

2.    Bank BRI Unit Kuta Binjei, Langsa dengan :

Nomor Rekening            : 3938-01-008955-53-4
Atas nama                      : Yayasan Dayah An-nur Al-aziziyah
Alamat                            : Kel. Meunasah Teungoh Kec. Nurussalam


9.         Sarana / Prasarana

Yayasan Dayah An-nur Al-aziziyah memiliki beberapa sarana dan prasarana yang sangat sederhana antara lain :
-          Tanah lokasi Yayasan lebih kurang 8500 M2, yang terdiri dari milik
  yayasan dan hak pinjam pakai.
-          Memiliki tanah kebun yang masih kosong seluas 19 hektar.
-          Kebun sawet yang sudah jadi 2 hektar.
-          Satu asrama santri putra dua lantai, yang terdiri dari 10 kamar.
-          Satu unit asrama Putri, baru dua kamar.
-          Satu gedung sekolah MTsS tiga ruangan, tetapi belum bisa digunakan.
-          Satu ruang kantor sekretariat Yayasan.
-          Satu ruang pustaka sederhana dan buku-buku perlengkapannya yang masih
   sangat minim  .
-          Satu unit dapur umum.
-          Enam unit balai ngaji.
-          1 Masjid dan MCK.
-          Satu unit usaha ketam kayu.
-          Dua unit komputer dan satu Laptop.
-          Satu unit sepeda motor operasional.


10.   Sekolah Madrasah

Selain untuk mendidik santri-santrinya di bidang agama (pengajian), Yayasan Dayah An-Nur Al-aziziyah juga telah membuka sekolah umum (Madrasah Tsanawiyah) yang diberi nama ; Madrasah Tsanawiyah AN-NUR BUGENG. Sampai sekarang telah memiliki tiga kelas dengan jumlah murid 54 orang dan guru bidang Studi sebanyak 14 orang. Waktu belajarnya pagi.  
Madrasah Tsanawiyah AN-NUR Bugeng tersebut telah mendapat pengesahan dari Departemen Agama Provinsi Aceh.

Selain Sekolah formal, Yys. Dayah An-Nur Al-aziziyah juga ada membuka Pendidikan non formal antara lain ; a. Warga belajar kesetaraan yaitu, Paket B dan Paket C.
                                     b. Majelis Ta’lim, dan
                                     c. Madrasah Diniyah.


Demikianlah Profil Yayasan Dayah An-nur Al-aziziyah ini di buat dengan sebenarnya,  Insya Allah kedepan akan semakin maju dan berjaya.

       


                                                                       Meunasah Teungoh, 1 Januari  2016
                                                               Pimpinan Yayasan Dayah An-nur Al-aziziyah





                                                                         TGK. MUHYIDDIN AS, S.Sos.I                                                           
Read more ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by BeGeEm